Wednesday, May 27, 2015

Modular Fungsi Void dalam C++

Modular  
Pemrograman Modular adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil sehingga akan mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, baik untuk program itu sendiri maupun program lain yang memiliki proses yang sama.
Modul pada bahasa C++ dikenal dengan nama fungsi (function) 
Bahasa C terdiri dari fungsi-fungsi, baik yang langsung dideklarasikan dalam program ataupun dipisah di dalam header file. 
Fungsi yang selalu ada pada program C++ adalah fungsi main 
 
Kelebihan modular : 
Program lebih pendek 
Mudah dibaca dan dimengerti 
Mudah didokumentasi 
Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan 
Kesalahan yang terjadi bersifat “lokal” 
 
Function (fungsi) 
Fungsi/function adalah suatu kumpulan instruksi/perintah/program yang dikelompokkan menjadi satu, letaknya terpisah dari program yang menggunakan fungsi tersebut, memiliki nama tertentu yang unik, dan digunakan untuk mengerjakan suatu tujuan tertentu. 
Dalam bahasa pemrograman lain fungsi dapat disebut sebagai subrutin (basic, VB) atau procedure (pascal, Delphi) 
 
Kelebihan fungsi 
Dapat melakukan pendekatan top-down dan divide-and conquer: 
Top-down: penelusuran program mudah 
Divide-and-conquer: program besar dapat dipisah menjadi program-program kecil. 
Kode program menjadi lebih pendek, mudah dibaca, dan mudah dipahami 
Program dapat dikerjakan oleh beberapa orang sehingga program cepat selesai dengan koordinasi yang mudah. 
Mudah dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan sederhana 
Kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja. 
Modifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu saja tanpa mengganggu program keseluruhan 
 
Fungsi – fungsi menjadikan program mempunyai struktur yang jelas. 
Dengan memisahkan langkah – langkah detail ke satu atau lebih fungsi – fungsi, maka fungsi utama (main) akan menjadi lebih pendek, jelas dan mudah dimengerti. 
Fungsi –fungsi digunakan untuk menghindari penulisan program yang sama yang ditulis secara berulang – ulang. 
Langkah – langkah tersebut dapat dituliskan sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi. Selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah – langkah ini tidak perlu selalu menuliskannya, tidak cukup memanggil fungsi tersebut. 
Mempermudah dokumentasi. 
Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh program atau fungsi lain 

Jenis fungsi ada 2: 
Standard Library Function 
Yaitu fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh C dalam file-file header atau librarynya. 
Misalnya: clrscr(),  getch() 
Untuk function ini kita harus mendeklarasikan terlebih dahulu library yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan preprosesor direktif. 
Misalnya: #include <conio.h> 
 
Programmer-Defined Function 
Adalah function yang dibuat oleh programmer sendiri. 
Function ini memiliki nama tertentu yang unik dalam program, letaknya terpisah dari program utama, dan bisa dijadikan satu ke dalam suatu library buatan programmer itu sendiri yang kemudian juga di-includekan jika ingin menggunakannya. 
 
 
Rancangan pembuatan fungsi 
Dalam membuat fungsi, perlu diperhatikan: 
Data yang diperlukan sebagai inputan 
Informasi apa yang harus diberikan oleh fungsi yang dibuat ke pemanggilnya 
Algoritma apa yang harus digunakan untuk mengolah data menjadi informasi

Contoh deklarasi dan definisi fungsi 

Kapan menggunakan deklarasi dan definisi funsi ? 
Karena prinsip kerja program C sekuensial, maka 
Jika bagian dari program yang menggunakan fungsi diletakkan sebelum definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi diperlukan. 
Akan tetapi jika bagian dari program yang menggunakan fungsi terletak setelah definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi dapat tidak dituliskan. 
Jenis fungsi di C++ : 
Fungsi yang tidak mengembalikan nilai (void) 
Fungsi yang mengembalikan nilai (nonvoid) 
  
Fungsi void 
Fungsi yang void sering disebut juga prosedur 
Disebuta void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut. 
Ciri:    - tidak adanya keyword return. 
- tidak adanya tipe data di dalam deklarasi     fungsi. 
- menggunakan keyword void. 
Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya 
Tidak memiliki nilai kembalian fungsi 
Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter 
Fungsi non void 
Fungsi non-void disebut juga function 
Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut 
Ciri: 
- ada keyword return 
- ada tipe data yang mengawali deklarasi fungsi 
- tidak ada keyword void 
Memiliki nilai kembalian 
Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga 
Pemanggilan fungsi 
Pada dasarnya fungsi dapat memanggil fungsi lain, bahkan fungsi dapat memanggil dirinya sendiri (rekursif) 

Contoh : 
•Void : void tampilkan_jml (int a, int b) 
  { int jml; 
  jml = a + b; 
  cout<<jml;} 
• Non-void    :  int jumlah (int a, int b) 
  { int jml; 
  jml = a + b; 
  return jml; } 

Saturday, May 16, 2015

Laporan Praktikum Struktur Data Pertemuan 1 Tipe Data

Laporan praktikum struktur data berikut mengenai dengan pengenalan Tipe data, di harapkan laporan praktikum ini hanya sebagai refensi sebagai panduan mengerjakan tugas praktikum.
source pada laporan ini menggunakan compiler Borland C++, sehingga masih menggunakan syntak model C++ lama yang mungkin tidak akan mendukung pada compiler c++ terbaru.



Wednesday, June 4, 2014

Makalah Sistem Basis Data

SISTEM BASIS DATA
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.

Pemrosesan basis data sebagai perangkat andalan sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan. Dalam pengembangan sistem informasi diperlukan basis data sebagai media penyimpanan data. Kehadiran basis data dapat meningkatkan Daya saing perusahaan tersebut. Basis data dapat mempercepat upaya pelayanan kepada pelanggan, menghasilkan informasi dengan cepat dan tepat sehingga membantu pengambilan keputusan untuk segera memutuskan suatu masalah berdasarkan informasi yang ada. Banyak aplikasi yang dibuat dengan berlandaskan pada basis data antara lain semua transaksi perbankan, aplikasi pemesanan dan penjadwalan penerbangan, proses regristasi dan pencatatan data mahasiswa pada perguruan tinggi, aplikasi pemrosesan penjualan, pembelian dan pencatatan data barang pada perusahaan dagang, pencatatan data pegawai beerta akrifitasnya termasuk operasi penggajian pada suatu perusahaan, dan sebagainya. Beberapa informasi pada perusahaan retail seperti jumlah penjualan, mencari jumlah stok penjualan, mencari jumlah stok yang tersedia, barang apa yang paling lakudijual pada bulan ini, dan berapa laba bersih perusahaan dapat diketahui dengan mudah dengan basis data. Pada perpustakaan, adanya aplikasi pencarian data buku berdasarkan judul, pengarang atau kriteria lain dapat mudah dilakukan dengan basis data. Pencarian data peminjam yang terlambat mengembalikan juga mudah dilakukan sehingga bisa dibuat aplikasi pembuatan surat berdasarkan informasi yang tersedia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Basis Data

Banyak sekali definisi tentang basis data yang diberikan oleh para pakar di bidang ini. Basis data atau juga disebut database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Selain itu, untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

Sistem Basis data

Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun sistem pemrosesan file mulai ditinggalkan karena masih bersifat manual, yang kemudian dikembangkanlah sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data.

Konsep Dasar Basis Data

Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentukangka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

B. Komponen Dasar Basis Data

Dalam membuat basis data harus memiliki komponen dasar. Agar terciptanya basis data maka hal yang diperhatikan adalah tersedianya:

• Data: representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

•Hardware: terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengelola sistem basis data berupa: peralatan penyimpanan (disk, drum, tape), peralatan input dan output, atau peralatan komunikasi.

•Software: sebagai perantara antara pemakai dengan data fisik pada basis data, dapat berupa: Database Management System (DBMS) atau program- program aplikasi dan prosedur-prosedur.

•User (Pemakai): terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:

1. System Engineer: tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.

2. Administrator Basis Data: tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.

3. Programmer: membuat program aplikasi yang diperlukan oleh pemakai akhir dengan menggunakan data yang terdapat dalam sistem basis data.

Pemakai Akhir: tenaga ahli yang menggunakan data untuk mengambil keputusan yang diperlukan untuk kelangsungan usaha.

C. Istilah-Istilah Basis Data

• Enterprise

Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb. Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien.

• Entitas

Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik. Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah. Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas. Contoh : semua nasabah, semua mahasiswa.

•Atribut (Elemen Data)

Karakteristik dari suatu entitas. Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.

•Nilai Data (Data Value)

Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data. Contoh Atribut Nama Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina

•Kunci Elemen Data (Key Data Element)

Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.

•Record Data

Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan. Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa berisikan : "10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret 1983".

D. Database Management System (DBMS)

Seperti yang telah dikemukakan di awal, pada bagian ini kita akan mengulas lebih spesifik lagi mengenai Sistem Manajemen Basis Data atau populernya disebut Database Management System atau disingkat DBMS. Yang mana adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola database, mulai dari membuat database itu sendiri sampai dengan proses-proses yang berlaku dalam database tersebut, baik berupa entry, edit, hapus, query terhadap data, membuat laporan dan lain sebagainya secara efektif dan efisien. Salah satu jenis DBMS yang sangat terkenal saat ini adalah Relational DBMS (RDBMS), yang merepresentasikan data dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan. Sebuah tabel disusun dalam bentuk baris (record) dan kolom (field). Banyak sekali berkembang perangkat lunak RDBMS ini, misalnya MySQL, Oracle, Sybase, dBase, MS. SQL, Microsoft Access (MS. Access) dan lain-lain. Ada 3 kelompok perintah yang digunakan dalam mengelola dan mengorganisasikan data dalam RDBMS, yaitu :

a. Data Definition Language: merupakan perintah-perintah yang digunakan oleh seorang Database Administrator untuk mendefinisikan struktur dari database, baik membuat tabel baru, menentukan struktur penyimpanan tabel, model relasi antar tabel, validasi data, dan lain sebagainya.

b. Data Manipulation Language (DML): perintah-perintah yang digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data pada suatu database. Manipulasi yang dapat dilakukan terhadap data adalah :

§ Penambahan data

§ Penyisipan data

§ Penghapusan data

§ Pengubahan data

c. Data Control Language: bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user, dan lain-lain. Lebih mengarah ke segi sekuritas data.

E. Arsitektur Basis Data

Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya, penjelasan ini disebut skema. Arsitektur sistem basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :

a. Internal/Physical Level: level terendah untuk merepresentasikan basis data, berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.

b. External/View Level: level user, berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.

F. Database Independence

Dalam kebebasan data, aplikasi disekat dari bagaimana data disimpan dan distrukturkan. Kebebasan data adalah salah satu keuntungan utama dari penggunaan DBMS. Tujuan utama dari arsitektur 3 level di atas adalah untuk menyediakan data independence, dimana level di atasnya tidak berpengaruh oleh perubahan untuk level di bawahnya.

G. Model Basis Data

Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami. Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.

a. Model Data Berbasis Objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah : Entity-Relationship, Semantic, Functional, Object-Oriented

b. Model Data Berbasis Record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :

1. Model Data Relasional (Relational), merupakan model data yang paling populer saat ini. Menggunakan model berupa tabel berdimensi dua yang disebut relasi atau tabel. Memakai kunci tamu (foreign key) sebagai penghubung dengan tabel lain.

2. Model Data Hierarkhi (Hierarchical), dikenal pula sebagai model pohon. Model Data Jaringan (Network), disebut jjuga model CODASYL. Setiap anak bisa memiliki llebih dari satu orangtua.

H. Bahasa Query Formal dan Komersial

Bahasa query yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Dan bahasa query ini adalah bahasa pada model data relasional yang terbagi menjadi 2, yaitu:

•Bahasa Que\\ry Formal : bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis terdiri dari :

1. Prosedural, yaitu pemakai memberi spesifikasi data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya. Contoh: Aljabar Relasional, yaitu dimana query diekspresikan dengan cara menerapkan operator tertentu terhadap suatu tabel/relasi.

2. Non Prosedural, yaitu pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya. Contohnya Kalkulus Relasional, dimana query menjelaskan set tuple yang diinginkan dengan cara menjelaskan predikat tuple yang diharapkan. Kalkulus Relasional ini terbagi 2:

a. Kalkulus Relasional Tupel

b.Kalkulus Relasional Domain

• Query Komersial: bahasa query yang dirancang sendiri oleh programmer menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly). Contoh :

1. QUEL: berbasis pada bahasa kalkulus relasional

2. QBE: berbasis pada bahasa kalkulus relasional

I. Structure Query Language

Structure Query Language (SQL) merupakan komponen bahasa relational database system. SQL merupakan bahasa baku (ANSI/SQL), non procedural, dan berorientasi himpunan (set-oriented language). SQL dapat digunakan baik secara interaktif atau ditempelkan (embedded) pada sebuah program aplikasi.

Komponen-Komponen SQL

a. Data Definition Language (DDL). Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : create, drop, alter.

b. Data Manipulation Language (DML). Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : select, insert, update, delete. Data Manipulation Language merupakan bagian terpadu bahasa SQL. Perintah-perintahnya dapat dibuat secara interaktif atau ditempelkan pada sebuah program aplikasi. Pemakai hanya perlu menentukan 'APA' yang ia inginkan, DBMS menentukan 'BAGAIMANA' cara mendapatkannya.

c. Data Control Language (DCL). Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : grant, revoke.

J. Keuntungan Sistem Basis Data

1. Terkontrolnya kerangkapan data dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.

2. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.

3. Data dapat dipakai secara bersama (shared) data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.

4. Dapat diterapkan standarisasi dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

5. Keamanan data terjamin DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve).

6. Terpeliharanya integritas data jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat.

7. Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat.

8. Data independence (kemandirian data) dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.

Kelemahan Sistem Basis Data

1. Memerlukan tenaga spesialis

2. Kompleks

3. Memerlukan tempat yang besar

4. Mahal

BAB III
KESIMPULAN

1. Basis data atau juga disebut database artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data.

2. Komponen dasar dalam pembuatan basis data dengan adanya data, hardware, software, dan user. Istilah- istilah dalam basis data juga seyogyanya kita tahu, yaitu: enterprise, entitas, atribut, nilai data, kunci elemen data, record data.

3. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu: Internal/ Physical Level, External/View Level, Conceptual/Logical Level. Tujuan utama dari arsitektur 3 level tersebut adalah untuk menyediakan data independence yang terbagi dua: Logical Data Independence (kebebasan data secara logika) dan Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik). Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record. Bahasa query formal dan komersial adalah bahasa pada model data relasional, yang mana model data relasional merupakan salah satu dari model data berbasis record. Agar terciptanya basis data, maka butuh proses pembuatan. Langkah-langkah yang dapat diambil dalam perancangan basis data sebagai berikut: mendefinisikan kebutuhan data, rancangan konseptual, rancangan implementasi, rancangan fisik, langkah perbaikan. Suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu ogranisasi disebut normalisasi. Tujuan normalisasi: untuk menghilang kerangkapan data, untuk mengurangi kompleksitas, untuk mempermudah pemodifikasian data. Sedangkan Tahapan normalisasi: bentuk tidak normal, bentuk normal pertama (1NF), bentuk normal kedua (2NF), bentuk normal ketiga (3NF), bentuk normal boyce-codd (BCNF), bentuk normal keempat (4NF), bentuk normal kelima.

BAB IV

PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

fauzul, kabir. “konsep sistem basis data”.

http://fauzult.blogspot.com/2012/01/tugas-makalah-basis-data.html (di akses tanggal 13 januari 2013)

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data (di akses tanggal 13 januari 2013)

Materi Statistik Dasar - Penyajian Data

TEKNIK INFORMATIKA 

PENYAJIAN DATA
Tujuan Penyajian Data
• Memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau observasi.
• Data lebih cepat ditangkap dan dimengerti.
• Memudahkan dalam membuat analisis data
Cara Penyajian Data
• Tabel
• Gambar/Grafik
Jenis Tabel Statistik
• Tabel satu arah
Yaitu tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda.Misalnya data hasil pengamatan produksi kedelai (ton/ha) menurut jenis varietas, daerah panen, dan jenis tanah.
Jenis Grafik/Gambar
• Grafik garis (line chart),
• Grafik Batangan (bar chart),
• Grafik lingkaran (pie chart),
• Grafik gambar (Pictogram chart)
• Diagram Pencar (Scatter diagram)
DISTRIBUSI FREKUENSI & GRAFIKNYA
Tujuan pembuatan distribusi Frekuansi :
Untuk mengorganisasikan data secara sistematik dari berbagai macam klasifikasi tanpa mengurangi informasi yang ada dari data tersebut.
Untuk mempermudah pembuatan distribusi frekuensi digunakan aturan Sturges:
1) Jumlah kelas (ΣK) = 1 + 3,3 log n
2) Range / Rentang (R) = Data Terbesar – Data Terkecil
3) Class Interval (Ci) = R/ΣK
*Lebih baik untuk data yang besar.
Contoh Soal :
Didapat hasil ujian Statistik sebagai berikut :
63 85 77 81 97 75 67 62 65 85
71 68 77 75 60 78 95 62 57 61
87 80 78 79 50 83 63 74 71 93
Pertanyaan
1. Buatlah daftar distribusi frekuensinya
2. Buatlah histogram ,poligon, kurvaogive!
3. Hitunglah berapa nilai rata-rata Statistik dari 30 mahasiswa tersebut
4. Hitunglah mediannya
5. Hitunglah modusnya
6. Htunglah standar deviasinya
7. Hitunglah Kuartil
8. Hitung Desil
9. Hitung Persentil
Jawab
1. Buat distribusi frekuensi (gunakan aturan STURGES)
ΣK = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 30
= 1 + 3,3 (1,4771)
= 5,87= 6
R = 97 – 50 = 47
Ci = 47/6 = 7,83 = 8
· Menghitung Nilai Tengah (Xi)
Merupakan nilai tengah yang ada dalam suatu kelas interval tertentu.
Rumus :
Xi = batas kelas bawah + batas kelas atas
2
Contoh (sesuai contoh soal):
Xi 1= (50 + 57)/2 = 53,5
Xi 2= (58 + 65)/2 = 61,5
Xi 3= (66+73)/2= 69,5
Xi 4 = (74+81)/2 =77,5
Xi 5 = (82+89)/ 2=85,5
Xi 6=(90+97)/2 =93,5
· Tepi Kelas (TK)
Menunjukkan besar nilai antara satu kelas dengan kelas yang lainnya
· Distribusi Frekuensi Kumulatif
Dapat dibentuk dari daftar distribusi frekuensi biasa dengan jalan menjumlahkan frekuensi demi frekuensi. Dikenal 2 macam frekuensi kumulatifyaitu :
1. Frekuensi Kumulatif Kurang Dari (FKKD)
2. Frekuensi Kumulatif Lebih Dari (FKLD)
· Distribusi Frekuensi Relatif (dinyatakan dengan % atau frel )
Contoh (Sesuai Contoh Soal) :
Rumus :
Kelas1 :2/30 x 100% = 6,66
Kelas2 :7/30 x 100% = 23,33
Kelas3 :4/30 x 100% = 13,33
Kelas4 :10/30 x 100% = 33,33
Kelas5 :4/30 x 100% = 13,33
Kelas6 :3/30 x 100% = 10
Ket : Frekuensi / N x 100%
· Grafik
Ada 3 Macam Grafik :
Histogram: merupakan grafik batang yang saling berhimpitan satu dengan yang lainnya.
sumbu X = TK (TepiKelas)
sumbu Y =frekuansi
Poligon : merupakan grafik garis.
sumbu X = Xi (nilaitengah)
sumbu Y =frekuensi
Daribentuk kurva Histogram dan Poligon, selanjutnya dapat diketahui apakah bentuk distribusi yang diporoleh akan berbentuk simetris, condong ke kanan atau condongke kiri.
simetris
KurvaOgive :
Kurva yang menggambarkan jumlah frekuensi kumulatif pada masing-masing tepi kelasnya, sehingga kurva tersebut dapat menjelaskan distribusi mengenai besarnya FKKD dan FKLD.
sumbu X = TK
sumbu Y = FKKD dan FKLD
Contoh Histogram :
2. Buat histogram, polygon, kurvaogive

Saturday, May 31, 2014

Materi Statistik Dasar - Apa itu statistika

TEKNIK INFORMATIKA
PENDAHULUAN

STATISTIK : Kumpulan data baikberupa bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam bentuk tabel/grafik yang menggambarkan persoalan tertentu.
Contoh: - Statistik kelahiran
- Statistik Kematian
- Statistik Jumlah Penduduk
Data : fakta → kenyataan yang diperoleh langsung dari lapangan.
Ctt: hati-hati dengan data (GIGO) ?
KlasifikasiJenisData :
1. Sifat/ Tipe data (Kualitatif, Kuantitatif)
2. Sumber(Primer, Sekunder)
3. Cara memperoleh (Sensus, Sampling)
4. Waktu Pengumpulan (Cross Section, Time Series)
MenurutSifat/Tipe data
Kualitatif : Bukan angka / non bilangan: nominal & ordinal
Kuantitatif : Berupa angka / bilangan:interval &rasio
Keterangan
Data Nominal : data yang menunjukkan kategori
Misal: jenis kelamin, status pernikahan, jenis pekerjaan, tempat & tgllahir
Data Ordinal : data selain menunjukkan kategori, tetapi juga mengandung peringkat atau urutan
Misal: urutan juara, data diperingkatkan, tingkat pendidikan.
Data Interval / Selang : selain sifat yang dimiliki Ordinal, bias diukur beda / jaraknya
Misal: skala pengukur temperatur (Celcius, Reamur, Fahrenheit) dan pengukur gempa (Richter), Umur, tinggi badan, berat badan.
Rasio / Nisbah : semua sifat interval plus bias dibandingkan (rasio)
Misal: Waktu datangnya nasabah, rata-rata tabungan, luas bangunan, total produksi hasil pertanian.
Sumber data
Data primer : Data yang diperoleh langsung dari sumbernya
Data Sekunder : Data yang diperoleh tidak langsung dari sumbernya
STATISTIKA: Ilmu/pengetahuan bagaimana cara kita untuk mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis sampai dengan pembuatan kesimpulan.
Statistika menurutfungsinya:
1. Statistika Deskriptif:
- Fase dari statiska yang hanya menggambarkan persoalan tertentu tanpa membuat kesimpulan.
- Menggambarkan dan menganalisis kelompok data yang diberikan tanpa penarikan kesimpulan mengenai kelompok data yang lebih besar
2. Statistika Induktif/Inferensi:
- Fase dari statiska tetapi sampai pada pembuatan kesimpulan.
- Penerapan metode statistik untuk menaksir dan atau menguji karakteristik populasi yang dihipotesiskan berdasarkan data sampel

Contoh:
- Data tentang IP mhs yang ikutkelas “A”. Dari data tersebut pertama akan dilakukan deskripsi terhadap data seperti menghitung rata-rata IP, misal rata-rata = 2,75
- Kemudian baru dilakukan berbagai inferensi terhadap hasil deskripsi spt : mhs kelas “A” mempunyai prestasi akademik (IP) yg bagus.

Populasi: Seluruh objek yang akan kita teliti
Populasi adalah seluruh obyek yang mungkin terpilih atau keseluruhan ciri yang dipelajari.
• Nilai sebenarnya dari sifat populasi disebut dengan parameter populasi, yang biasanya dilambangkan dengan huruf Yunani seperti m (mu), s (sigma), p (pi), r (rho), danq (theta).
• Notasi m biasanya digunakan untuk menyatakan parameter nilai tengah (rata-rata) populasi, s digunakan untuk menyatakan simpangan baku (standardeviasi) populasi, p digunakan untuk menyatakan proporsi populasi dan r digunakan untuk menyatakan korelasi dua populasi.
Sampel:
· Sebagian dari objek yang akan kita teliti.
· Sampel adalah bagian populasi yang digunakan untuk menduga nilai parameter populasi.
· Nilai yang diperoleh dari contoh disebut dengan statistik.
· Mengapa mengambil Sampel?
Keterbatasan sumberdaya (waktu, tenaga, biaya, pikirandan sebagainya) mungkin akan berakibat pada kita sehingga kita tidak dapat memperoleh data populasi, lebih jauh tidak dapat menghitung nilai parameter populasi.
· Sample yang baik → representatif (sifat dari populasibisa terwakili)

Konvensi : Kesepakatan para ahli statistik.
n ≥ 30 (POPULASI)
n ≤ 30 (SAMPLE)
n : Banyaknya/jumlahdata.
N ≥30
POPULASI
N ≤ 30
SAMPLE
Jumlah Data N n
Rata –rata µ x
Standart Devisiasi s s
Varian s2 s2
Proporsi π p